Tangerang - Ada kelegaan yang dirasakan MF ketika akhirnya dapat kembali berkumpul bersama keluarga setelah menuntaskan masa pidananya di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Tangerang, Sabtu (26/9). Setelah melewati masa di balik tembok Lapas, ia kini kembali menghadapi kehidupan baru, mencari pekerjaan, menata kembali kehidupan, dan menjalani hari hari bersama keluarga. Kali ini, ia tidak pulang hanya membawa barang pribadi, tetapi juga pengalaman dan keterampilan yang diperolehnya selama mengikuti pembinaan.
Sebelum mengikuti kegiatan produksi keripik tempe, MF sebenarnya telah memiliki keterampilan di bidang lain. Namun, ia memilih untuk ikut terlibat dalam kegiatan tersebut karena ingin menambah pengalaman dan mempelajari keterampilan yang sebelumnya belum dikuasainya. Kesempatan itu membawanya mengenal proses pengolahan kedelai hingga menjadi keripik tempe yang siap dikonsumsi.
Pekerjaan yang awalnya asing perlahan menjadi keterampilan baru. Rutinitas produksi mengajarkannya untuk bekerja teliti serta bertanggung jawab terhadap pekerjaan hingga selesai.
"Awalnya saya tidak tahu bagaimana kedelai bisa diolah sampai menjadi keripik tempe. Saya belajar dari awal dan ternyata prosesnya cukup panjang. Dari sini saya belajar untuk lebih teliti, bertanggung jawab, dan tidak mudah menyerah. Dulu saya tidak pernah membayangkan punya keterampilan seperti ini, tetapi sekarang saya punya pengalaman yang bisa saya bawa pulang dan kembangkan setelah bebas," ungkapnya.
Kepala Seksi Bimbingan Kerja Lapas Kelas I Tangerang, Dede Ukmartalaksana menjelaskan bahwa dalam kegiatan produksi warga binaan diberikan kesempatan untuk terlibat langsung dalam setiap tahapan produksinya. “Kami arahkan mereka untuk dapat terlibat langsung dalam setiap prosesnya, mulai dari menyiapkan bahan hingga dapat menghasilkan produk. Dari situ mereka dapat belajar bahwa setiap tahapan memiliki standar dan tanggung jawab masing-masing. Jadi bukan hanya produk yang menjadi perhatianm tetapi bagaimana mereka terbiasa untuk menjaga kualitas,” jelas Dede.
Selain memperoleh pengalaman dan keterampilan, Warga Binaan yang terlibat dalam kegiatan produksi juga mendapatkan premi atas hasil kerja sesuai ketentuan yang berlaku. Pemberian premi menjadi bentuk penghargaan terhadap hasil kerja sekaligus memberikan pengalaman kepada Warga Binaan mengenai nilai dari pekerjaan yang mereka lakukan.
pembinaan kemandirian memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk memperoleh pengalaman baru yang dapat dikembangkan setelah menyelesaikan masa pidana. "Ada warga binaan yang sebelumnya memang sudah memiliki keterampilan, tetapi ada juga yang memulai dari nol. Kesempatan untuk belajar dan terlibat dalam kegiatan kerja menjadi bagian dari proses mereka dalam mempersiapkan diri. Ketika bebas, setidaknya mereka memiliki pengalaman dan keterampilan yang bisa dikembangkan untuk melanjutkan kehidupan," terang Imam.
Kisah MF menunjukkan bahwa masa pidana dapat menjadi bagian dari proses untuk mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah bebas. Keikutsertaannya dalam produksi keripik tempe menjadi pengalaman baru yang memperluas pengetahuan dan keterampilannya. Pembinaan tidak hanya memberikan kesempatan untuk belajar dan bekerja, tetapi juga mendorong Warga Binaan untuk terus mengembangkan potensi serta membangun kepercayaan diri agar mampu kembali menjalani kehidupan secara mandiri dan produktif di tengah masyarakat.