Bekal Pembinaan Menjadi Modal Awal Mantan Warga Binaan Lapas Kelas I Tangerang

Humas

7/30/20262 min read

Tidak banyak yang diinginkan seorang mantan warga binaan, MA (inisial) setelah menuntaskan seluruh masa pidananya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang, Kamis (30/7). Selain kembali berkumpul dengan keluarga, ia ingin segera mencari pekerjaan dan memulai kembali kehidupan yang sempat terhenti. Pengalaman selama mengikuti pembinaan di dalam lapas menjadi bekal yang dapat dibawa untuk memulai langkah baru.

Selama menjalani masa pidana, ia memilih mengikuti program pembinaan kemandirian Jawara Beton. Sebelum menjalani pidana, ia sempat bekerja sebagai teknisi selama kurang lebih delapan tahun. Pengalaman tersebut cukup membantunya dalam beradaptasi saat mengikuti kegiatan kerja di dalam lapas.

Pada awal mengikuti pembinaan, ia ditempatkan di bagian pemuatan (loading) hasil produksi. Sekitar dua minggu kemudian, ia dipercaya bergabung di bagian produksi setelah menunjukkan kedisiplinan dan tanggung jawab dalam bekerja. Kepercayaan tersebut menjadi kesempatan baginya untuk mengembangkan keterampilan sekaligus membangun kembali kepercayaan diri dalam bekerja.

Menurutnya, rutinitas bekerja setiap hari tidak hanya mengurangi kejenuhan, tetapi juga membantunya kembali membiasakan diri dengan dunia kerja.

"Kalau hanya berada di kamar tentu terasa jenuh. Dengan mengikuti pembinaan, saya punya kegiatan setiap hari dan bisa kembali terbiasa bekerja. Saya bersyukur diberi kesempatan untuk belajar dan mendapatkan pengalaman yang nantinya bisa saya manfaatkan setelah bebas," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia semakin termotivasi saat mengikuti pembinaan karena melihat besarnya perhatian pimpinan tinggi terhadap program pembinaan kemandirian di dalam lapas.

"Kami melihat perhatian pimpinan tinggi terhadap program pembinaan ini begitu besar. Itu membuat kami semakin termotivasi untuk belajar, bekerja dengan sungguh-sungguh, dan mempersiapkan diri agar siap kembali ke masyarakat," tambahnya.

Selain memperoleh keterampilan dan pengalaman kerja, MA juga menerima premi hasil kerja sebagai bentuk penghargaan atas partisipasinya dalam program pembinaan kemandirian. Premi tersebut diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan awal selama menjalani masa transisi setelah bebas, termasuk untuk biaya kepulangan ke Magetan agar dapat kembali berkumpul dengan keluarga.

Kepala Bidang Kegiatan Kerja Lapas Kelas I Tangerang, Aris Supriyadi, mengatakan bahwa pembinaan merupakan bagian penting dari proses pemasyarakatan yang mempersiapkan warga binaan agar siap kembali menjalani kehidupan secara mandiri.

"Tujuan pembinaan adalah mempersiapkan warga binaan agar siap kembali menjalani kehidupan secara mandiri. Ketika mereka telah menyelesaikan masa pidananya, kesempatan untuk bekerja, diterima, dan dipercaya kembali menjadi bagian penting agar proses pembinaan benar-benar memberikan manfaat," ujar Aris.

Kisah MA menjadi salah satu gambaran bahwa pembinaan di Lapas Kelas I Tangerang bukan sekadar mendampingi warga binaan selama menjalani pidana, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk kembali menjalani kehidupan yang positif di tengah masyarakat. Pada akhirnya, kesempatan untuk kembali diterima dan diberi ruang untuk berkarya menjadi bagian penting dalam mewujudkan tujuan Pemasyarakatan.