Belajar dari Pengalaman, Lapas Kelas I Tangerang Siapkan Strategi Baru Kembangkan Kebun Anggur

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang merubah suatu kegagalan sebagai bahan evaluasi untuk berbenah. Setelah budidaya anggur yang sebelumnya terkendala serangan hama, jajaran Lapas Kelas I Tangerang melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi kebun anggur sebagai langkah awal peremajaan tanaman dan penyusunan strategi baru guna meningkatkan produktivitas lahan serta mewujudkan panen yang lebih optimal di masa mendatang, Jumat (5/6).

PAMERANPEMBINAAN KEMANDIRIAN

Humas

6/5/20262 min read

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang merubah suatu kegagalan sebagai bahan evaluasi untuk berbenah. Setelah budidaya anggur yang sebelumnya terkendala serangan hama, jajaran Lapas Kelas I Tangerang melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi kebun anggur sebagai langkah awal peremajaan tanaman dan penyusunan strategi baru guna meningkatkan produktivitas lahan serta mewujudkan panen yang lebih optimal di masa mendatang, Jumat (5/6).

Peninjauan dilakukan dengan mengevaluasi kondisi tanaman yang masih ada, sistem budidaya yang pernah diterapkan, serta berbagai faktor yang memengaruhi pertumbuhan tanaman. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan program pembinaan kemandirian sekaligus optimalisasi pemanfaatan lahan yang berada di lingkungan Lapas.

Pembina kegiatan budidaya anggur, Yoko, menjelaskan bahwa pengembangan kali ini tidak hanya berfokus pada penanaman kembali, tetapi juga pada penyempurnaan metode budidaya berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilakukan.

"Kami tidak hanya ingin menanam kembali, tetapi memastikan tanaman dapat tumbuh lebih baik dari sebelumnya. Dari evaluasi yang dilakukan, kami menemukan beberapa hal yang perlu dibenahi, mulai dari pola penanaman, sistem rambatan, hingga perawatan harian. Karena itu, metode yang akan diterapkan kali ini lebih terukur agar tanaman memiliki kondisi tumbuh yang optimal dan risiko serangan hama dapat diminimalkan," ujar Yoko.

Dalam rencana pengembangannya, Lapas Kelas I Tangerang akan menerapkan sejumlah strategi baru, di antaranya penataan ulang jarak tanam untuk meningkatkan sirkulasi udara dan pencahayaan, penggunaan sistem rambatan yang lebih tertata, pemilihan varietas anggur yang lebih adaptif terhadap kondisi lingkungan, serta penguatan pemeliharaan melalui pemangkasan dan pemantauan kesehatan tanaman secara berkala. Langkah tersebut juga akan didukung dengan pengawasan yang lebih intensif terhadap potensi serangan hama sehingga permasalahan dapat dideteksi dan ditangani lebih cepat.

Salah seorang Warga Binaan yang terlibat dalam pengelolaan kebun mengaku antusias dengan rencana pengembangan kembali kebun anggur tersebut. Menurutnya, kegiatan budidaya memberikan pengalaman berharga sekaligus keterampilan yang dapat menjadi bekal setelah selesai menjalani masa pidana.

"Bagi kami, kegiatan ini bukan hanya soal berkebun. Kami belajar tentang kesabaran dan tanggung jawab bagaimana merawat sesuatu hingga menghasilkan. Pengalaman sebelumnya justru menjadi pelajaran bagi kami untuk memahami cara merawat tanaman dengan lebih baik. Kami berharap kebun anggur ini dapat kembali berkembang,” ungkap G (inisial).

Sementara itu, Kepala Seksi Pengolahan Hasil Kerja, Aldri, menegaskan bahwa evaluasi yang dilakukan merupakan langkah penting untuk memastikan program pembinaan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

"Program pembinaan harus terus berkembang dan mampu beradaptasi dengan setiap tantangan yang ada. Evaluasi ini menjadi langkah penting agar pengembangan kebun anggur dilakukan dengan perencanaan yang lebih matang, sehingga tidak hanya menghasilkan panen yang lebih baik, tetapi juga memberikan proses pembelajaran yang lebih berkualitas bagi Warga Binaan," jelasnya.

Kepala Lapas Kelas I Tangerang menambahkan bahwa pengembangan kebun anggur merupakan bagian dari komitmen Lapas dalam menghadirkan program pembinaan yang produktif, edukatif, dan berdampak nyata bagi Warga Binaan.

"Kami tidak ingin kegagalan panen sebelumnya menjadi akhir dari program ini. Justru dari pengalaman tersebut kami belajar untuk membangun sistem yang lebih baik. Jika kebun anggur ini berhasil berkembang dan berbuah optimal, maka yang kami panen bukan hanya anggur, tetapi juga keterampilan, kepercayaan diri, serta harapan bagi Warga Binaan untuk masa depan mereka," tutur Beni.

Melalui peninjauan dan evaluasi yang dilakukan hari ini, Lapas Kelas I Tangerang menunjukkan komitmennya untuk terus berinovasi dalam pelaksanaan pembinaan kemandirian. Dengan strategi budidaya yang lebih terencana dan pengendalian hama yang lebih efektif, kebun anggur diharapkan dapat kembali berkembang menjadi salah satu program pembinaan yang produktif, edukatif, dan berkelanjutan bagi Warga Binaan.

Kontak

Laporkan masalah atau ajukan pertanyaan segera.

Email

Telepon

info@lapas1tangerang.com

+62813-2727-3887

© 2025. All rights reserved.

akunhumaslapasta@gmail.com

Shopee