Dari Kangkung Tumbuh Kemandirian Warga Binaan Lapas Kelas I Tangerang

Tangerang – Bagi sebagian orang, kangkung mungkin hanya tanaman sederhana yang mudah ditemui di meja makan. Namun, di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang, tanaman tersebut menjadi bagian dari aktivitas pembinaan yang memberi kesempatan kepada warga binaan untuk belajar bekerja sekaligus menghasilkan sesuatu dari keterampilan yang mereka jalani.

PEMBINAAN KEMANDIRIAN

Humas

9/3/20262 min read

Tangerang – Bagi sebagian orang, kangkung mungkin hanya tanaman sederhana yang mudah ditemui di meja makan. Namun, di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang, tanaman tersebut menjadi bagian dari aktivitas pembinaan yang memberi kesempatan kepada warga binaan untuk belajar bekerja sekaligus menghasilkan sesuatu dari keterampilan yang mereka jalani.

Di lahan pertanian, warga binaan terlibat langsung dalam proses budidaya kangkung, mulai dari menanam, menyiram, merawat hingga mempersiapkan tanaman untuk dipanen. Pekerjaan yang dilakukan secara rutin itu perlahan membentuk kebiasaan untuk lebih disiplin, bertanggung jawab, dan memahami bahwa setiap hasil membutuhkan proses yang harus dijalani dengan tekun.

Bagi mereka, proses tersebut tidak berhenti ketika tanaman berhasil dipanen. Hasil kerja selama mengikuti kegiatan pertanian mendapat apresiasi melalui pemberian premi kepada warga binaan yang terlibat, Kamis (3/9), sekaligus dorongan agar warga binaan terus aktif dan produktif. Di sisi lain, hasil dari kegiatan produktif tersebut juga dikelola sesuai ketentuan yang berlaku dan memberikan kontribusi terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sehingga keterampilan yang dijalani tidak hanya menjadi pengalaman kerja, tetapi juga menghasilkan nilai ekonomi yang bermanfaat bagi negara.

Kepala Bidang Kegiatan Kerja Lapas Kelas I Tangerang, Imam Fahmi, mengatakan pemberian premi diharapkan dapat memberikan penghargaan yang nyata sekaligus menumbuhkan keyakinan warga binaan terhadap kemampuan diri mereka.

“Kami ingin warga binaan memahami bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh memiliki nilai. Premi ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus dorongan agar mereka terus produktif, bertanggung jawab, dan percaya pada kemampuan diri untuk bekerja serta membangun kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat,” ujar Imam.

Kepala Seksi Pengelolaan Hasil Kerja, Aldri Maitaruna, menjelaskan keterlibatan langsung dalam seluruh tahapan pekerjaan membuat warga binaan dapat memahami hubungan antara usaha yang dilakukan dengan hasil yang diperoleh.

“Kami ingin pengalaman kerja yang mereka jalani memberi manfaat nyata. Mulai dari menanam, merawat hingga memanen, warga binaan belajar bahwa hasil yang baik membutuhkan proses, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Premi menjadi bentuk apresiasi atas kerja mereka, sekaligus mendorong produktivitas dan pemanfaatan lahan untuk mendukung ketahanan pangan,” jelas Aldri.

Pemanfaatan lahan untuk budidaya kangkung dengan demikian menjadi bagian dari dua tujuan yang berjalan bersama. Di satu sisi, warga binaan memperoleh pengalaman dan keterampilan kerja. Di sisi lain, lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara produktif untuk menghasilkan tanaman pangan.

Bagi salah seorang warga binaan penerima premi, pengalaman tersebut memberikan arti tersendiri. Ia merasa senang karena pekerjaan yang dijalani selama mengikuti kegiatan pertanian mendapat penghargaan.

“Saya senang karena pekerjaan yang kami lakukan dihargai. Selama ikut bertani, saya belajar bahwa untuk mendapatkan hasil yang baik kami harus disiplin dan mau merawatnya setiap hari. Dari sini saya tidak hanya belajar menanam, tetapi juga belajar bertanggung jawab dan punya semangat untuk terus bekerja ketika nanti kembali ke masyarakat,” ungkap AS (inisial).

Pemberian premi kemudian menjadi bagian yang melengkapi proses tersebut. Bukan hanya sebagai bentuk apresiasi atas pekerjaan, tetapi juga sebagai penguat bahwa setiap usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh memiliki nilai dan dapat menjadi langkah kecil menuju kemandirian.

Dari lahan yang sederhana, bukan hanya kangkung yang tumbuh. Bersamaan dengan itu, tumbuh pula keterampilan, pengalaman kerja, dan kepercayaan diri yang diharapkan menjadi bekal bagi warga binaan untuk menata kembali kehidupan setelah menyelesaikan masa pidana.