Dari Limbah Menjadi Nilai, Handicraft Lapas Kelas I Tangerang Bangun Kemandirian
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang terus menghadirkan pembinaan yang adaptif melalui unit kerja handicraft yang memanfaatkan barang bekas, seperti koran, matras, dan material daur ulang lainnya menjadi produk bernilai ekonomi, Senin (6/4). Di ruang kerja sederhana ini, limbah tak lagi dipandang sebagai sisa, melainkan diolah menjadi karya yang sarat nilai guna dan harapan.
PEMBINAAN KEMANDIRIAN
Humas
4/6/20261 min read
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang terus menghadirkan pembinaan yang adaptif melalui unit kerja handicraft yang memanfaatkan barang bekas, seperti koran, matras, dan material daur ulang lainnya menjadi produk bernilai ekonomi, Senin (6/4). Di ruang kerja sederhana ini, limbah tak lagi dipandang sebagai sisa, melainkan diolah menjadi karya yang sarat nilai guna dan harapan.
Proses pembinaan berjalan dinamis dan berkelanjutan. Warga Binaan tidak hanya dilibatkan dalam kegiatan produksi, tetapi juga didorong untuk mengasah kreativitas, ketelitian, serta keterampilan teknis. Dari tangan-tangan terampil tersebut lahir beragam produk, mulai dari kotak tisu, aksesoris, miniatur kendaraan, hingga replika bangunan yang memiliki daya saing di pasaran.
Kepala Bidang Kegiatan Kerja, Aris Supriyadi, menegaskan bahwa program ini menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan etos kerja. “Kami ingin memastikan setiap Warga Binaan menjalani masa pembinaan dengan produktif dan bermakna. Melalui kegiatan ini, mereka belajar disiplin, berinovasi, serta mengolah barang bekas menjadi produk bernilai tambah sebagai bekal kemandirian,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Seksi Pengelolaan Hasil Kerja, menambahkan bahwa keberlanjutan program didukung oleh sistem kerja yang terarah dan konsisten. “Kami terus mendorong kualitas produk agar mampu bersaing di pasar. Proses produksi dilakukan dengan memperhatikan detail, kerapian, dan ketahanan, sehingga hasil karya benar-benar layak jual,” ungkap Aldri.
Di sisi lain, pembina kegiatan, menekankan pentingnya dukungan sarana dan suasana kerja yang kondusif dalam menunjang produktivitas. “Kami berupaya menghadirkan lingkungan kerja yang nyaman dan fasilitas yang memadai, agar Warga Binaan dapat mengembangkan keterampilan secara optimal. Dari sini, mereka tidak hanya berkarya, tetapi juga membangun rasa percaya diri,” jelas Heri.
Bagi Warga Binaan, kegiatan ini menjadi ruang tumbuh yang membuka perspektif baru. “Saya belajar banyak dari kegiatan ini, terutama bagaimana mengolah barang bekas menjadi sesuatu yang bernilai. Selain menambah keterampilan, saya juga merasa lebih percaya diri untuk berkarya dan mandiri ke depannya,” ungkap J (inisial).
Melalui program ini, Lapas Kelas I Tangerang tidak hanya menghadirkan pembinaan yang produktif, tetapi juga membangun jembatan menuju kemandirian. Dari limbah yang sederhana, tercipta karya yang bernilai, sekaligus menjadi simbol bahwa setiap proses pembinaan mampu melahirkan peluang baru bagi masa depan yang lebih baik.
Kontak
Laporkan masalah atau ajukan pertanyaan segera.
Telepon
info@lapas1tangerang.com
+62813-2727-3887
© 2025. All rights reserved.
akunhumaslapasta@gmail.com
