Di Tengah Kemarau Melanda, Lapas Kelas I Tangerang Satukan Doa dan Aksi Nyata untuk Sesama

KABAR PEGAWAI

Humas

9/18/20263 min read

Tangerang — Musim kemarau menjadi momentum bagi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang untuk mengajak petugas dan Warga Binaan tidak hanya memanjatkan doa, tetapi juga menumbuhkan kesadaran untuk menjaga lingkungan dan peduli terhadap sesama.

Sebanyak 450 Warga Binaan bersama jajaran petugas mengikuti Shalat Istisqa’ dan doa bersama di Lapangan Terbuka Lapas Kelas I Tangerang, Jumat (18/9). Kegiatan tersebut menjadi ikhtiar bersama untuk memohon turunnya hujan yang membawa manfaat sekaligus menjadi ruang untuk melakukan introspeksi diri, memperbanyak istighfar, bertaubat, dan memperbaiki diri.

Pelaksanaan Shalat Istisqa’ merupakan tindak lanjut atas Surat Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan Nomor PAS.4.PK.06.01-35 tanggal 15 September 2026 tentang Pelaksanaan Shalat Istisqa’ pada Satuan Kerja Pemasyarakatan di seluruh Indonesia serta Surat Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Banten Nomor WP.12 PK.06.01-43 tanggal 17 September 2026 tentang Pelaksanaan Shalat Istisqa’ dan Doa Bersama pada Satuan Kerja Pemasyarakatan di wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Banten.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penampilan hadroh dan tausiyah singkat, kemudian dilanjutkan dengan Shalat Istisqa’ dua rakaat, khutbah, dan doa bersama. Khutbah disampaikan oleh Ustadz Fitri Yadi dari Kementerian Agama Kota Tangerang yang mengajak seluruh peserta menjadikan kondisi kemarau sebagai momentum untuk memperbanyak istighfar, bertaubat, serta memperbaiki diri.

Kepala Seksi Bimbingan Kemasyarakatan Lapas Kelas I Tangerang, Yudhistira Putra, mengatakan Shalat Istisqa’ menjadi momentum untuk mengajak Warga Binaan melakukan refleksi sekaligus memahami bahwa ikhtiar menghadapi kondisi kemarau juga perlu diwujudkan melalui perilaku nyata.

“Kegiatan ini mengajarkan kita untuk kembali melakukan introspeksi dan memperbaiki diri. Doa merupakan ikhtiar kita kepada Allah SWT, tetapi harus diikuti dengan ikhtiar nyata. Menghemat air, menjaga kebersihan, dan merawat lingkungan merupakan hal sederhana yang bisa kita lakukan setiap hari. Harapannya, nilai yang diperoleh dari kegiatan ini tidak berhenti pada doa, tetapi menjadi kebiasaan yang terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Yudhistira.

Sejalan dengan itu, dalam kegiatan juga diberikan edukasi mengenai pentingnya penghematan air, menjaga kebersihan, serta meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan di lingkungan Satuan Kerja Pemasyarakatan. Hal ini menjadi bagian dari pembinaan agar Warga Binaan tidak hanya membangun perubahan dalam dirinya, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan tempat mereka berada.

Semangat tersebut kemudian dilanjutkan melalui aksi nyata. Pada siang harinya, Lapas Kelas I Tangerang menyalurkan 100 paket sembako kepada petugas kebersihan Kota Tangerang melalui kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang. Penyaluran yang berlangsung di halaman Lapas Kelas I Tangerang tersebut menjadi bentuk apresiasi kepada para petugas kebersihan yang setiap hari bekerja menjaga kebersihan, keindahan, dan kenyamanan lingkungan Kota Tangerang.

Kepala Bagian Tata Usaha Lapas Kelas I Tangerang, Rahardjo Sudharmono menyampaikan bahwa perhatian terhadap lingkungan juga perlu diwujudkan melalui kepedulian kepada orang-orang yang memiliki peran langsung dalam menjaganya.

“Kepedulian terhadap lingkungan tidak terlepas dari kepedulian kepada orang-orang yang setiap hari bekerja menjaganya. Para petugas kebersihan memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan kota yang bersih dan nyaman. Bantuan ini memang sederhana, tetapi kami berharap menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi mereka sekaligus menunjukkan bahwa Pemasyarakatan ingin hadir memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Hendro mengapresiasi kolaborasi tersebut. Menurutnya, menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan membutuhkan keterlibatan banyak pihak sehingga sinergi lintas instansi menjadi penting untuk terus diperkuat.

“Menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Ada banyak pihak yang setiap hari bekerja dan berkontribusi untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, salah satunya para petugas kebersihan. Perhatian yang diberikan Lapas Kelas I Tangerang menjadi bentuk penghargaan kepada mereka. Kami berharap sinergi ini terus terjalin dan dapat melahirkan kegiatan lain yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Hendro.

Salah seorang petugas kebersihan yang menerima bantuan juga menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian yang diberikan.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan dan perhatian yang diberikan. Bagi kami, ini menjadi penyemangat untuk terus bekerja menjaga kebersihan Kota Tangerang. Ketika pekerjaan kami mendapat perhatian dan dihargai, tentu menjadi kebahagiaan tersendiri. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi keluarga kami dan silaturahmi seperti ini terus terjalin,” tutur Ika.

Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas I Tangerang terus mendorong tumbuhnya nilai kepedulian pada petugas maupun Warga Binaan sehingga proses pembinaan tidak hanya menghasilkan perubahan bagi diri sendiri, tetapi juga menumbuhkan keinginan untuk menjaga lingkungan, menghargai sesama, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.