Lapas Kelas I Tangerang Bahas Peluang Kerja Sama Pelatihan Menjahit Bersama PT High Apparel Indonesia

PEMBINAAN KEMANDIRIAN

Humas

8/7/20262 min read

Tangerang – Lapas Kelas I Tangerang terus memperluas kemitraan dengan berbagai pihak sebagai upaya meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian warga binaan. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui pertemuan bersama PT High Apparel Indonesia untuk membahas peluang kerja sama penyelenggaraan pelatihan menjahit yang disesuaikan dengan kebutuhan usaha konveksi.

Pertemuan yang dihadiri jajaran struktural Bidang Kegiatan Kerja dan Subbagian Keuangan Lapas Kelas I Tangerang bersama Direktur PT High Apparel Indonesia, Henhen Gunawan, menjadi wadah untuk bertukar informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja di bidang konveksi sekaligus membahas konsep pelatihan yang dapat diterapkan bagi warga binaan, Jumat (7/8). Melalui diskusi tersebut, kedua belah pihak berupaya menyelaraskan materi pembinaan dengan kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja.

Dalam kesempatan itu, Henhen Gunawan menjelaskan bahwa keterampilan menjahit tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengoperasikan mesin jahit, tetapi juga dipengaruhi oleh ketelitian, pemahaman terhadap alur produksi, serta penggunaan mesin dan peralatan yang sesuai. Menurutnya, penguasaan aspek-aspek tersebut menjadi bagian penting dalam menghasilkan produk yang memenuhi standar usaha konveksi.

Sebagai gambaran awal, pelatihan direncanakan berlangsung selama kurang lebih dua minggu dengan materi yang memadukan teori dan praktik. Program tersebut ditujukan kepada 30 warga binaan yang akan dibagi ke dalam dua angkatan, masing-masing terdiri atas 15 peserta. Dengan jumlah peserta yang lebih terbatas pada setiap angkatan, proses pembelajaran diharapkan berjalan lebih efektif sehingga setiap peserta memperoleh pendampingan dan kesempatan praktik secara optimal.

Selain membahas pelatihan menjahit, pertemuan ini juga menjadi ajang bertukar gagasan mengenai peluang pengembangan keterampilan lain yang mendukung usaha konveksi, seperti teknik sablon. Pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pilihan program pembinaan yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha sekaligus meningkatkan daya saing warga binaan setelah kembali ke masyarakat.

Kepala Bidang Kegiatan Kerja Lapas Kelas I Tangerang, Aris Supriyadi, menyampaikan bahwa kemitraan dengan dunia usaha merupakan salah satu langkah penting dalam menghadirkan program pembinaan yang relevan dengan kebutuhan lapangan kerja.

"Pembinaan kemandirian harus mampu memberikan manfaat yang nyata bagi warga binaan. Karena itu, kami terus membangun kerja sama dengan berbagai mitra agar keterampilan yang diberikan tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan demikian, warga binaan memiliki bekal yang lebih baik untuk membangun kehidupan yang mandiri, produktif, dan kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat," ujar Aris.

Senada dengan hal tersebut, Henhen Gunawan mengapresiasi komitmen Lapas Kelas I Tangerang dalam membuka ruang kolaborasi dengan pelaku usaha. Menurutnya, pelatihan yang dirancang berdasarkan kebutuhan industri akan memberikan manfaat yang lebih besar karena peserta tidak hanya mempelajari teknik menjahit, tetapi juga memahami standar kerja yang diterapkan dalam proses produksi.

Pertemuan ini diharapkan menjadi awal terjalinnya kerja sama yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, khususnya dalam memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan. Dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan dunia kerja, warga binaan diharapkan memiliki kesiapan yang lebih baik untuk kembali berperan sebagai masyarakat yang produktif dan bertanggung jawab.