Lapas Kelas I Tangerang Bangun Mental dan Bentuk Karakter 99 Warga Binaan Baru Lewat Mapenaling

Sebagai pintu awal proses pembinaan, Lapas Kelas I Tangerang menggelar hari pertama kegiatan Masa Pengamatan, Pengenalan, dan Penelitian Lingkungan (Mapenaling) bagi 99 Warga Binaan baru, Selasa (12/5), di Aula Lapas. Kegiatan ini menjadi tahapan penting untuk membantu Warga Binaan mengenal lingkungan Pemasyarakatan, memahami aturan kehidupan di dalam Lapas, sekaligus membangun kesiapan mental dalam menjalani proses pembinaan.

Humas

5/12/20262 min read

Sebagai pintu awal proses pembinaan, Lapas Kelas I Tangerang menggelar hari pertama kegiatan Masa Pengamatan, Pengenalan, dan Penelitian Lingkungan (Mapenaling) bagi 99 Warga Binaan baru, Selasa (12/5), di Aula Lapas. Kegiatan ini menjadi tahapan penting untuk membantu Warga Binaan mengenal lingkungan Pemasyarakatan, memahami aturan kehidupan di dalam Lapas, sekaligus membangun kesiapan mental dalam menjalani proses pembinaan.

Pelaksanaan mapenaling dilakukan oleh Bagian Bimbingan Kemasyarakatan (Bimkemas) dengan melibatkan unsur pembinaan, keamanan dan ketertiban, serta kesatuan pengamanan Lapas. Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Kepala Lapas Kelas I Tangerang Nomor WP.12.PAS.PAS.1-PK.05.05-1904 Tahun 2025 tentang Pembentukan Tim Pelaksana Kegiatan Mapenaling pada Lapas Kelas I Tangerang, serta Keputusan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS-22.OT.02.02 Tahun 2022 tentang Standar Mapenaling.

Dalam sesi pengarahan, Kepala Seksi Bimbingan Kemasyarakatan, Yudhistira Putra, bersama jajaran memberikan pembekalan kepada Warga Binaan terkait tata tertib kehidupan di Lapas, hak dan kewajiban Warga Binaan, hingga mekanisme pembinaan yang akan mereka jalani selama menjalani masa pidana.

“Mapenaling bukan sekadar pengenalan lingkungan, tetapi menjadi momentum awal untuk membangun pola pikir, kedisiplinan, dan kesiapan Warga Binaan dalam mengikuti seluruh proses pembinaan. Kami ingin mereka memahami bahwa setiap proses yang dijalani di sini adalah bagian dari perjalanan untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.

Tidak hanya menerima materi dan pengarahan, Warga Binaan juga diajak memahami nilai-nilai kehidupan melalui pendekatan yang lebih humanis dengan pemutaran film Miracle in Cell No. 7. Pemilihan film tersebut sebagai media pembinaan karena mengandung pesan kuat tentang keluarga, empati, kasih sayang, tanggung jawab, serta pentingnya menjaga nilai-nilai sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

Kepala Lapas Kelas I Tangerang, Beni Hidayat, menegaskan bahwa pembinaan yang efektif harus dimulai sejak hari pertama Warga Binaan memasuki lingkungan Pemasyarakatan.

“Kami ingin setiap Warga Binaan memahami bahwa masa pidana bukan akhir dari perjalanan hidup, melainkan kesempatan untuk belajar, berbenah, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik. Karena itu, melalui Mapenaling ini kami menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan karakter positif sejak awal,” tegas Beni.

Salah satu warga binaan berinisial S mengaku kegiatan tersebut memberinya pemahaman dan semangat baru.

“Awalnya saya merasa cemas karena berada di lingkungan baru. Tapi setelah mengikuti kegiatan ini, saya jadi lebih paham aturan yang ada dan memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri,” ungkap S.

Melalui kegiatan Mapenaling ini, Lapas Kelas I Tangerang menegaskan bahwa Pemasyarakatan bukan hanya tentang menjalani masa pidana, tetapi juga proses pembelajaran, perubahan, dan pembentukan karakter. Melalui pembinaan yang terarah sejak hari pertama, Warga Binaan diharapkan mampu memperbaiki diri, membangun kembali kepercayaan, dan kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih matang, bertanggung jawab, serta bermanfaat bagi lingkungan sekitar.