Lapas Kelas I Tangerang Sambut Sekretariat Negara RI: Tampilkan Pembinaan Kemandirian, Wujudkan Pemasyarakatan Produktif

Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Tangerang menerima kunjungan kerja Tim Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia yang didampingi jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam rangka meninjau langsung pelaksanaan program pembinaan kemandirian Warga Binaan, Senin (25/5). Kunjungan ini menjadi bentuk perhatian terhadap penguatan program pembinaan produktif yang terus dikembangkan Lapas Kelas I Tangerang sebagai bekal keterampilan dan kesiapan Warga Binaan untuk kembali ke masyarakat.

Humas

5/25/20263 min read

Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Tangerang menerima kunjungan kerja Tim Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia yang didampingi jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam rangka meninjau langsung pelaksanaan program pembinaan kemandirian Warga Binaan, Senin (25/5). Kunjungan ini menjadi bentuk perhatian terhadap penguatan program pembinaan produktif yang terus dikembangkan Lapas Kelas I Tangerang sebagai bekal keterampilan dan kesiapan Warga Binaan untuk kembali ke masyarakat.

Rombongan disambut langsung oleh Kepala Lapas Kelas I Tangerang beserta jajaran pejabat struktural. Adapun Tim Kementerian Sekretariat Negara yang hadir terdiri dari Novi Pratiwi Dewi selaku Analis Hukum Ahli Madya, Benedicta Trixie Ariestianti selaku Analis Kebijakan Ahli Muda, Yehuda Purwantoro Putro selaku Analis Hukum Ahli Pertama, serta Sayudha selaku Fasilitator Pemerintahan.

Kegiatan diawali dengan peninjauan ke SPPG Babakan Tangerang 005 yang berada di dalam area Lapas Kelas I Tangerang. Di lokasi tersebut, rombongan melihat langsung pelaksanaan program asimilasi yang melibatkan 11 warga binaan sebagai bagian dari kerja sama antara Lapas Kelas I Tangerang dan SPPG Babakan Tangerang 005. Program ini memberikan kesempatan bagi Warga Binaan untuk belajar, bekerja, dan terlibat dalam kegiatan produktif sebagai bagian dari proses pembinaan yang berkelanjutan.

Selanjutnya, rombongan meninjau area produksi material konstruksi “Jawara Beton”, salah satu program unggulan pembinaan kemandirian yang melibatkan sekitar 72 Warga Binaan. Di bengkel produksi ini, Warga Binaan menghasilkan berbagai produk seperti paving block, bataton, panel beton RISHAM (Rumah Instan Hemat Aman) dan produk lainnya.

Proses produksi yang meliputi pengolahan bahan, pencampuran, pencetakan, hingga finishing berlangsung aktif dan terstruktur. Kondisi tersebut menggambarkan bahwa pembinaan di Lapas Kelas I Tangerang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memberikan pengalaman kerja nyata yang membangun kedisiplinan dan keterampilan Warga Binaan.

Program Jawara Beton juga mengusung inovasi dengan memanfaatkan Fly Ash and Bottom Ash (FABA) atau limbah hasil pembakaran batu bara sebagai bahan baku. Pemanfaatan ini tidak hanya menghasilkan produk konstruksi yang bernilai guna, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran keterampilan berbasis industri yang aplikatif bagi Warga Binaan.

Dalam kesempatan tersebut, jajaran Lapas Kelas I Tangerang menyampaikan bahwa seluruh program pembinaan dirancang untuk memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan, tidak hanya dalam aspek keterampilan kerja, tetapi juga pembentukan sikap, tanggung jawab, dan kesiapan sosial.

“Kami berupaya memastikan bahwa pembinaan di dalam Lapas mampu membekali Warga Binaan dengan keterampilan dan kepercayaan diri agar siap kembali ke masyarakat secara lebih baik dan produktif,” ujar Beni Hidayat.

Apresiasi disampaikan oleh Novi Pratiwi Dewi selaku Analis Hukum Ahli Madya Sekretariat Negara yang menilai bahwa program pembinaan di Lapas Kelas I Tangerang telah menunjukkan pendekatan yang produktif dan inovatif.

“Kami telah meninjau langsung pelaksanaan program pembinaan di Lapas Kelas I Tangerang, mulai dari proses produksi, hasil karya, hingga rumah contoh yang menggunakan panel RISHAM dan bataton. Dari kunjungan ini, kami melihat secara nyata bagaimana Warga Binaan dilibatkan secara aktif dalam berbagai kegiatan, mulai dari SPPG sebagai tenaga bantu layanan kebersihan hingga proses produksi di Jawara Beton. Melalui program ini, termasuk pemanfaatan FABA, kami mengapresiasi upaya Lapas Kelas I Tangerang yang tidak hanya menghadirkan keterampilan kerja, tetapi juga membangun semangat, harapan, dan nilai kebermanfaatan yang dapat dirasakan lebih luas,” ujarnya.

Dukungan serupa disampaikan oleh Muhammad Khapi selaku Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kantor Wilayah Banten. Ia menegaskan bahwa program pembinaan seperti ini perlu terus diperkuat karena memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap hasil pembinaan di Lapas.

Selain meninjau area produksi, rombongan juga melihat rumah contoh tipe 36 yang dibangun menggunakan hasil karya Warga Binaan, mulai dari panel RISHAM (Rumah Instan Hemat Aman) hingga bataton produksi Jawara Beton. Rumah tersebut menjadi bukti nyata bahwa pembinaan di Lapas Kelas I Tangerang mampu menghasilkan produk konstruksi berkualitas sekaligus memberikan keterampilan yang dapat dimanfaatkan Warga Binaan setelah kembali ke masyarakat.

Kunjungan kemudian ditutup dengan pemaparan Kepala Lapas Kelas I Tangerang kepada Tim Sekretariat Negara terkait pelaksanaan berbagai program pembinaan yang berjalan. Dalam pemaparannya, Kalapas menegaskan bahwa Lapas Kelas I Tangerang terus mengembangkan program pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan berorientasi pada reintegrasi sosial, sehingga Warga Binaan memiliki bekal yang memadai untuk kembali hidup mandiri dan diterima di tengah masyarakat.

Kontak

Laporkan masalah atau ajukan pertanyaan segera.

Email

Telepon

info@lapas1tangerang.com

+62813-2727-3887

© 2025. All rights reserved.

akunhumaslapasta@gmail.com

Shopee