Lapas Kelas I Tangerang Sosialisasikan KSSB, Perkuat Transparansi Layanan Integrasi bagi Warga Binaan

PELAYANAN

Humas

7/18/20263 min read

Mendapatkan informasi yang jelas mengenai masa pidana dan proses usulan integrasi menjadi hal penting bagi warga binaan selama menjalani masa pembinaan. Untuk memastikan informasi tersebut dapat diperoleh dengan lebih mudah sekaligus mendorong proses layanan yang transparan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang terus memperkuat digitalisasi pelayanan melalui Kiosk Self-Service Berpendamping (KSSB).

Pemanfaatan KSSB disosialisasikan langsung oleh Kepala Seksi Bimbingan Kemasyarakatan bersama sejumlah pejabat struktural kepada warga binaan dan keluarga atau kerabat yang hadir dalam layanan kunjungan, Sabtu (18/7). Sosialisasi ini menjadi kesempatan bagi jajaran Lapas untuk memperkenalkan berbagai fungsi dan kemudahan yang dapat dimanfaatkan warga binaan melalui layanan tersebut.

Melalui KSSB, warga binaan dapat mengakses berbagai informasi dan layanan secara lebih praktis, mulai dari informasi masa pidana, monitoring usulan integrasi, pengisian formulir secara mandiri, hingga pencetakan dokumen secara langsung. Meski berbasis digital dan mendorong kemandirian warga binaan, penggunaan KSSB tetap disertai pendampingan petugas untuk memastikan setiap layanan dapat dimanfaatkan dengan baik.

Salah satu fitur yang menjadi bagian penting dalam layanan tersebut adalah monitoring usulan integrasi. Melalui fitur ini, warga binaan dapat mengetahui perkembangan usulan integrasi yang diajukan dan melihat status prosesnya secara lebih transparan. Dengan demikian, warga binaan memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai tahapan yang sedang berjalan sehingga tidak hanya mengandalkan informasi secara lisan untuk mengetahui perkembangan usulannya.

Kepala Seksi Bimbingan Kemasyarakatan Lapas Kelas I Tangerang menyampaikan bahwa pemanfaatan KSSB menjadi salah satu langkah untuk memperkuat keterbukaan informasi dalam pelayanan integrasi.

“Warga binaan dapat melihat sendiri persyaratan yang harus dipenuhi dan memantau perkembangan usulan integrasinya melalui KSSB. Dengan adanya informasi tersebut, warga binaan dapat memahami proses yang sedang dijalani dengan lebih jelas. Kami juga terus memberikan pendampingan agar layanan ini dapat dimanfaatkan dengan baik,” ujar Yudhistira Putra.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Bidang Pembinaan Narapidana Lapas Kelas I Tangerang, Dwi Fu'ad Jamali, menegaskan bahwa transformasi digital dalam pelayanan pemasyarakatan harus memberikan manfaat nyata dan mendukung pemenuhan hak warga binaan.

“Transformasi digital dalam pelayanan pemasyarakatan harus memberikan manfaat yang nyata bagi warga binaan. Melalui KSSB, kami ingin memberikan akses informasi yang lebih terbuka mengenai masa pidana dan proses usulan integrasi. Dengan adanya fitur monitoring, warga binaan dapat mengetahui perkembangan usulannya secara lebih transparan. Di saat yang sama, pendampingan petugas tetap diberikan untuk memastikan layanan berjalan dengan baik,” tegasnya.

Menurut Dwi, digitalisasi layanan juga diharapkan dapat mendorong warga binaan untuk lebih mandiri dalam memperoleh informasi mengenai hak dan layanan yang tersedia bagi mereka.

“Kami ingin pelayanan pembinaan dan pemenuhan hak warga binaan terus berkembang mengikuti kebutuhan. KSSB menjadi salah satu upaya untuk menghadirkan layanan yang lebih cepat dan transparan, sekaligus mendorong warga binaan lebih aktif memahami proses yang sedang dijalaninya. Namun, kemandirian tersebut tetap didukung dengan pendampingan petugas,” tambahnya.

Bagi keluarga warga binaan, sosialisasi yang disampaikan saat layanan kunjungan turut memberikan pemahaman mengenai bagaimana warga binaan dapat memperoleh informasi selama menjalani masa pembinaan. Salah seorang keluarga warga binaan, Siti, mengapresiasi adanya layanan tersebut karena dinilai dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai proses yang dijalani keluarganya.

“Menurut saya, layanan seperti ini sangat membantu. Kami sebagai keluarga jadi tahu bahwa warga binaan bisa mendapatkan informasi mengenai masa pidana dan proses integrasinya melalui layanan yang sudah disediakan. Yang paling penting, perkembangan usulannya bisa dipantau sehingga informasinya lebih jelas dan tidak menimbulkan pertanyaan,” ungkap Siti.

Sosialisasi yang dilaksanakan bersamaan dengan layanan kunjungan tersebut diharapkan dapat memperluas pemahaman keluarga dan kerabat warga binaan mengenai layanan yang tersedia. Dengan mengetahui mekanisme dan fungsi KSSB, keluarga juga dapat turut memberikan dukungan kepada warga binaan selama menjalani proses pembinaan dan pengajuan integrasi.

Kehadiran inovasi ini menjadi langkah Lapas Kelas I Tangerang dalam menghadirkan transformasi pelayanan yang menempatkan keterbukaan informasi dan pemenuhan hak warga binaan sebagai bagian penting dalam proses pembinaan. Dengan akses terhadap informasi masa pidana dan perkembangan usulan integrasi yang lebih transparan, warga binaan didorong untuk lebih mandiri memahami proses yang dijalaninya, sementara pendampingan petugas tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari layanan. Melalui langkah ini, Lapas Kelas I Tangerang terus memperkuat pelayanan yang transparan, akuntabel, dan humanis.

Kontak

Laporkan masalah atau ajukan pertanyaan segera.

Email

Telepon

info@lapas1tangerang.com

+62813-2727-3887

© 2025. All rights reserved.

akunhumaslapasta@gmail.com

Shopee