Peserta Magang di Lapas Kelas I Tangerang Presentasikan Gagasan untuk Tingkatkan Pelayanan dan Pembinaan
Sebagai penutup Program Magang Nasional Batch 2 yang diselenggarakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, sebanyak 28 peserta magang yang ditempatkan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Tangerang mengikuti kegiatan pemaparan hasil magang di Aula Lapas Kelas I Tangerang, Kamis (21/5). Kegiatan ini menjadi wadah bagi para peserta untuk menyampaikan hasil kerja, pengalaman, serta inovasi yang telah mereka susun selama enam bulan menjalani program magang di lingkungan Pemasyarakatan.
Humas
5/21/20263 min read
Sebagai penutup Program Magang Nasional Batch 2 yang diselenggarakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, sebanyak 28 peserta magang yang ditempatkan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Tangerang mengikuti kegiatan pemaparan hasil magang di Aula Lapas Kelas I Tangerang, Kamis (21/5). Kegiatan ini menjadi wadah bagi para peserta untuk menyampaikan hasil kerja, pengalaman, serta inovasi yang telah mereka susun selama enam bulan menjalani program magang di lingkungan Pemasyarakatan.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Kelas I Tangerang, Kepala Bidang Pembinaan Narapidana, serta para mentor dari masing-masing divisi, di antaranya Kasubbag Umum, Kasubbag Keuangan, Kasi Bimbingan Kemasyarakatan, Kasi Bimbingan Kerja, dan Dokter Umum Lapas Kelas I Tangerang.
Selama menjalani program magang, para peserta terlibat langsung dalam berbagai kegiatan pelayanan, administrasi, pembinaan, hingga program kemandirian Warga Binaan. Pengalaman tersebut kemudian dituangkan dalam bentuk laporan dan rekomendasi berdasarkan kondisi yang mereka temui di lapangan sekaligus menjadi bagian dari evaluasi pemahaman peserta terhadap tugas dan fungsi pada bidang penempatan masing-masing.
Dalam sambutannya, Kalapas Kelas I Tangerang menyampaikan bahwa program magang tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga ruang bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan dan memberikan kontribusi positif bagi organisasi.
“Selama enam bulan menjalani program magang, para peserta telah menunjukkan semangat belajar dan kemampuan beradaptasi yang baik di lingkungan kerja Pemasyarakatan. Melalui pemaparan ini, kami melihat bagaimana pengalaman yang diperoleh selama magang mampu dituangkan menjadi rekomendasi inovasi yang bermanfaat bagi peningkatan pelayanan di Lapas Kelas I Tangerang,” ujar Beni Hidayat.
Berbagai inovasi yang dipaparkan lahir dari pengalaman peserta selama menjalankan tugas di masing-masing divisi. Dari Divisi Umum dan Keuangan, peserta menghadirkan inovasi “Rancang Bangun Sistem Informasi Distribusi Persediaan Berbasis Web Menggunakan Arsitektur Mobile-First pada Lapas Kelas I Tangerang” untuk membantu pengelolaan persediaan alat kantor secara lebih efektif dan terdata. Sementara itu, Divisi Klinik memaparkan program GERBANG SEHAT (Gerakan Bersama Membangun Pola Hidup Sehat) melalui edukasi pola hidup bersih dan sehat bagi Warga Binaan.
Selain mendukung peningkatan pelayanan bagi pegawai, inovasi yang dipaparkan juga diharapkan memberikan manfaat bagi Warga Binaan. Peserta dari Divisi Kemandirian mengembangkan olahan ubi ungu menjadi produk keripik inovatif yang memiliki nilai ekonomi, sedangkan Divisi Kepribadian memaparkan Model Pengembangan Mutu Pelayanan dan Pembinaan Warga Binaan untuk mendukung peningkatan kualitas pembinaan dan pelayanan di lingkungan Lapas.
Kasubbag Keuangan Lapas Kelas I Tangerang selaku mentor menilai inovasi yang dipresentasikan peserta memiliki manfaat nyata karena disusun berdasarkan pengalaman langsung selama magang.
“Seluruh inovasi yang dipaparkan memiliki nilai positif karena lahir dari kondisi nyata yang ditemui peserta selama berada di lapangan. Terkhususnya inovasi aplikasi pendistribusian persediaan alat kantor, sistem ini dapat membantu proses pengelolaan barang menjadi lebih tertib dan mudah dipantau,” ujar Rini Endang Nurnaeni.
Salah satu peserta magang, Abdil, mengaku bersyukur dapat memperoleh kesempatan menjalani program magang di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Tangerang. Menurutnya, pengalaman tersebut memberikan banyak pelajaran baru, tidak hanya tentang dunia kerja, tetapi juga mengenai kehidupan di lingkungan pemasyarakatan yang selama ini kerap dipandang berbeda oleh masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Lapas Kelas I Tangerang karena telah memberikan kesempatan untuk belajar dan terlibat langsung dalam berbagai kegiatan kerja. Awalnya saya berpikir lapas itu menyeramkan dan warga binaan di dalam hanya menjalani hari dengan makan dan tidur saja. Namun setelah terjun langsung, ternyata banyak sekali kegiatan positif dan program pembinaan yang diberikan agar warga binaan bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan nantinya mampu kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Menutup kegiatan tersebut, Kalapas Kelas I Tangerang menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta dan mentor yang telah mendukung jalannya program magang. Ia berharap pengalaman yang diperoleh selama enam bulan dapat menjadi bekal berharga bagi para peserta di masa mendatang.
“Semoga ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama magang menjadi pelajaran berharga untuk perjalanan ke depan. Teruslah belajar dan jangan berhenti memiliki rasa ingin tahu, karena dari situlah kemampuan dan kesuksesan akan tumbuh,” tutupnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas I Tangerang berharap program magang dapat terus menjadi sarana pembelajaran yang mampu membentuk generasi muda yang disiplin, inovatif, dan siap menghadapi dunia kerja, sekaligus mendorong lahirnya ide serta kontribusi positif yang bermanfaat bagi peningkatan pelayanan di lingkungan Pemasyarakatan maupun masyarakat luas.
Kontak
Laporkan masalah atau ajukan pertanyaan segera.
Telepon
info@lapas1tangerang.com
+62813-2727-3887
© 2025. All rights reserved.
akunhumaslapasta@gmail.com
Shopee
