Sinergi dengan Kemenag, Lapas Kelas I Tangerang Hidupkan Ramadan bagi Warga Binaan

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang terus optimalkan pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan melalui penguatan kerohanian selama Ramadan. Program ini menjadi komitmen Lapas dalam menghadirkan pembinaan yang berorientasi pada pembentukan karakter dan peningkatan keimanan sebagai bekal Warga Binaan agar siap kembali dan berperan positif di tengah masyarakat.

PEMBINAAN

Lapas Kelas 1 Tangerang

2/24/20262 min read

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang terus optimalkan pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan melalui penguatan kerohanian selama Ramadan. Program ini menjadi komitmen Lapas dalam menghadirkan pembinaan yang berorientasi pada pembentukan karakter dan peningkatan keimanan sebagai bekal Warga Binaan agar siap kembali dan berperan positif di tengah masyarakat.

Pada Senin (23/2), kegiatan Ramadan di Lapas Kelas I Tangerang terselenggara melalui kolaborasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tangerang, khususnya dalam penyediaan penyuluh agama dan penguatan materi pembinaan. Sinergi ini memastikan kegiatan berjalan terarah, terukur, dan memberikan dampak pembinaan optimal, mulai dari Isya berjamaah, kuliah tujuh menit (kultum), Tarawih berjamaah, hingga tadarus Al-Qur’an. Seluruh rangkaian berlangsung dengan pendampingan petugas Pemasyarakatan dan penyuluh agama.

Kepala Lapas Kelas I Tangerang, Beni Hidayat, menegaskan Ramadan merupakan momentum strategis dalam memperkuat pembinaan kepribadian Warga Binaan. “Ramadan kami maksimalkan sebagai ruang pembinaan spiritual yang lebih intensif. Melalui kegiatan ibadah yang terstruktur, kami mendorong Warga Binaan untuk memperkuat keimanan sekaligus membangun kesadaran diri sebagai bekal kembali ke masyarakat,” tegasnya.

Untuk menjaga ketertiban dan keamanan, ibadah diikuti oleh seluruh Warga Binaan Muslim secara bergiliran sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Skema ini memastikan setiap Warga Binaan tetap dapat merasakan suasana yang khusyuk dan tertib selama Ramadan.

Kepala Bidang Pembinaan Narapidana, Dwi Fu’ad Jamali, menyampaikan seluruh rangkaian kegiatan telah dirancang berkelanjutan selama Ramadan. “Kami memastikan pembinaan rohani berjalan sistematis dan inklusif. Melalui Isya dan Tarawih berjamaah, kultum, serta Tadarus, kami berharap terjadi penguatan akhlak dan mental spiritual Warga Binaan secara nyata,” harapnya

Pada kesempatan itu, kultum disampaikan oleh Ustaz Sahardi dari Kemenag Kota Tangerang dengan mengangkat pentingnya penguatan iman dan perbaikan akhlak sebagai bekal menjalani kehidupan yang lebih baik. Tausiah dilanjutkan dengan Tarawih berjamaah dan Tadarus Al-Qur’an yang diikuti dengan penuh kekhusyukan.

Salah satu Warga Binaan berinisial A mengungkapkan kegiatan Ramadan memberikan dampak positif bagi dirinya selama menjalani masa pidana. “Suasana ibadah berjamaah di masjid membuat kami lebih tenang dan termotivasi untuk berubah. Kegiatan ini sangat berarti bagi kami untuk memperbaiki diri,” tuturnya.

Melalui penguatan pembinaan kerohanian selama Ramadan, Lapas Kelas I Tangerang menegaskan komitmennya dalam menghadirkan Pemasyarakatan yang humanis dan berdampak. Program ini diharapkan membentuk pribadi Warga Binaan yang lebih religius, berakhlak, dan siap kembali secara produktif di tengah masyarakat.